Kamis, 21 Mei 2009

TIPS MERAWAT CAT MOBIL AGAR TETAP CLING TANPA GORESAN

Hindari Dari Terik Matahari Dan Beragam Tetesan Air

Cat adalah ibarat mahkota bagi kendaraan.Namun "mahkota" mobil ini seringkali kita tidak memperdulikannya.Maka tanpa perawatan yang baik, justru kendaraan kesayangan kita akan terlihat kusam.Berikut adalah cara perawatan simpel dan praktis yang dapat kita lakukan sehari-hari tanpa harus membutuhkan waktu yang dapat menyita aktifitas kita :

Lapisan cat mobil yang ada dikendaraan kita tidak hanya satu dua lapis yang dikandung didalamnya, namun bisa terdiri dari tiga hingga empat lapisan.Untuk pemilik mobil yang benar-benar menginginkan cat agar tetap bagus dan tidak gampang mengelupas, tentu kedua hal tersebut harus diperhatikan betul-betul.

Namun bagi pemilik kendaraan seringkali mengabaikan perawatan cat mobil.Kendaraan yang telah diberi cat berlapis-lapis memang lebih jarang kotor.Garis hingga goresan pun tak mudah hinggap di mobil tersebut.Namun meski begitu perawatan ekstra justru harus dihadapi pemilik mobil yang melapisi kendaraannya dengan satu hingga dua lapisan cat saja.

Ada beberapa trik yang dapat dilakukan untuk merawat cat kendaraan.Yang pertama adalah menghindari mobil dari pohon.Jangan terlalu sering memarkir kendaraan anda di lokasi yang banyak pepohonan, khususnya bagi kendaraan yang baru saja mengalami proses pengecatan.Sebab getah pohon tidaklah bagus jika terkena cat mobil.Hal ini membekas hingga mengakibatkan cat mobil tergerus.Lebih baik memarkir mobil di tempat yang berkanopi atau terdapat atap.Ataupun sekalian panas juga tidak apa-apa.

Yang kedua adalah kotoran dari air hujan.Ini juga merupakan musuh utama dari cat mobil kendaraan anda.Apalagi jika kotoran tersebut membekas dan membentuk noda seperti pulau-pulau kecil di permukaan cat.Cara mengatasinya adalah terlebih dahulu dibersihkan dengan kain yang dapat meresap,jangan sampai kotoran dibiarkan mengering terlalu lama.Sebab akan menimbulkan daki di seluruh bodi mobil, dan akan jauh lebih susah membersihkannya.

Yang ketiga adalah cairan kimia, seperti air tetesan AC.Sebab air dari tetesan AC mengandung freon, yang dikhawatirkan bisa menggerus lapisan cat, meskipun itu berlangsung secara perlahan namun pasti.Hal ini akan membuat lapisan yang sudah tertetesi akan membuat bekas noda seperti warna yang memudar di sekitar pusat noda.

Jika faktor-faktor penyebab cat kendaraan tidak terlihat cantik lagi ini sudah menyerang, jalan keluarnya adalah dengan membawanya ke salon mobil.Di sana ada dua jenis penyalonan mobil, yakni perawatan standar dan perawatan spesial.Namun harga perawatan standar lebih murah, namun meski begitu langkah penyalonan lapisan cat yang dbersihkan tetap memenuhi standar.Adapun jenis perawatan spesial baru diberlakukan jika cat mobil benar-benar mendapatkan luka yang serius di bagian permukaannya.

Untuk itu bagi pemilik kendaraan, langkah rutin ke tempat penyalonan mobil juga menjadi kewajiban dalam merawat cat mobil.Paling tidak, tiga hingga enam bulan sekali mobil harus digiring ke salon.Tujuannya adalah tidak lain agar lapisan permukaan cat di kendaraan anda tetap terjaga.Jika anda tidak sempat membawa ke sana, selalu rutin untuk mencuci kendaraan.Dan dianjurkan pula saat mencuci kendaraan dilarang menggunakan sabun yang memiliki pH tinggi, hal ini membuat kandungan sabun dapat menggerus lapisan cat.Apalagi jika kandungan air yang yang digunakan untuk mencuci mencapai tingkat keasaman yang tinggi, akan dapat membuat lapisan cat mudah mengelupas.

Rabu, 20 Mei 2009

CARA JITU MENANDAI OLI PALSU

Banyak beredarnya oli tiruan alias palsu dipasaran sekarang ini membuat kita bingung pada saat membeli oli.Jika sekilas dilihat dari luar, nyaris tidak ada beda seperti aslinya, baik itu bentuk kemasan maupun tulisannya.Tetapi jika dilihat lebih teliti pasti ada yang membuat berbeda dari aslinya, tentunya tanpa kita membuka lebih dahulu tutup maupun segel dari kemasan oli tersebut.Sebab kita tidak ingin tertipu dengan apa yang kita beli, setelah membeli baru kita sadar kalau oli yang kita butuhkan ternyata tiruan alias palsu.

Berikut tips dan trik yang dapat kita pelajari saat kita membeli oli, baik di agen resmi yang ada maupun di toko-toko onderdil.Agar nantinya kita tidak akan tertipu dan menyesal, sebab ingin kendaraan kita awet dan terawat, justru malah menginap di bengkel :

1. Kemasan pelumas asli berwarna cerah, bersih, halus, dan rapi.Sedangkan kemasan oli palsu atau tiruan biasanya agak buram dan kasar, maklum saja botol atau kaleng kemasannya diambil dari limbah oli.

2. Sebelum membeli cobalah untuk di kocok dahulu sambil menawar, setelah itu sebelum dipakai kocok terlebih dahulu agar lebih yakin.Kalau terdengar bunyi "gluk", pastilah itu oli palsu.Sebab yang asli tidak akan terdengar suara yang demikian, karena saking kentalnya kandungan oli.

3. Tekan kuat-kuat tutup kemasan oli pada bagian atas dan bawah.Bila saat dipegang bergeser atau bahkan copot, bisa dipastikan oli tersebut palsu atau tiruan.

4. Periksa terlebih dahulu segel pengaman yang ada di kemasan, jika meragukan atau merasa ragu, tidak usah segan-segan bilang pada penjualnya untuk segera tukar dengan kemasan yang masih baik.Gores tutup dengan bantuan kuku, kalau meninggalkan bekas atau terluka jangan segera yakin, sebab itu bisa jadi pelumas palsu.

5. Perhatikan lebih dahulu terhadap bau, warna, dan isinya.Pelumas yang asli baunya khas.Sedangkan yang palsu atau tiruan, warnanya suram dan terlihat encer.Jika masih kurang yakin, segera tuangkan isinya ka lantai/tanah, lalu gesek-gesekkan dengan sepatu atau sandal, kalau ternyata cepat berubah menjadi hitam, pastilah itu palsu.

Dan yang terpenting adalah jangan lupa untuk segera cepat melapor ke aparat yang berwajib atau costumer servis dari produsen oli tersebut, sebab hal ini jika dibiarkan terus akan sangat merugikan konsumen.

OLI TIRUAN ALIAS PALSU BISA MENYEBABKAN MESIN BERANTAKAN

Pemalsuan oli akhir-akhir ini dalam taraf yang mengkhawatirkan.Pasalnya hal seperti ini dibuat dengan cara mengoplos bahan-bahan kimia yang kemudian dicampurkan dengan oli bekas.Bahan-bahan baku dan kimia yang sering dicampurkan diantaranya RPO (rubber processing oil), P7, P5, dan ACO.

RPO sendiri merupakan bahan campuran untuk proses pembuatan ban, terutama untuk proses vulkanisir.Sedangkan P7 dan P5 merupakan zat kimia pewarna yang dapat memberikan warna bening (kecoklat-coklatan) dan sifatnya mudah berkarat.Sedangkan ACO adalah istilah kimia atau istilah lain yang kerap diberikan untuk oli bekas.

Dengan sifat-sifat yang terkandung seperti itu, tentu saja oli tiruan alias palsu sangat membahayakan bila digunakan untuk melumasi mesin kendaraan.Komponen mesin seperti piston dan ring-nya, nokken as, poros engkol, rantai mesin,kruk as, katup ,dan komponen lainnya bukan malah mendapatkan pelumasan, akan tetapi malah dirusak.Karena kadar kekentalan yang di kandung oli tiruan ini tidaklah sama dengan kadar kekentalan dari oli asli.Hal ini menyebabkan besarnya gesekan antar komponen mesin yang terbuat dari bahan logam.

Karena oli tiruan tidak bisa melindungi pori-pori dari bahan logam komponen mesin, dan memperkecil gesekan, maka lambat laun tingkat keausan dari komponen mesin akan cepat sekali.Gejala kerusakan ini bisa di deteksi dengan cara mendengarkan bunyi mesin saat bekerja.Selain menimbulkan bunyi suara yang lebih berisik, getarannya juga terasa besar.

Hal yang sama tentu saja juga akan terjadi pada sistem penggerak gigi transmisi dan kopling.Komponen ini juga akan lebih cepat aus/habis.Dan juga akan berpengaruh pada mesin yang cepat panas dan lebih panas suhunya, serta tidak bertenaga.Selain juga menimbulkan bunyi yang berisik atau kasar.Hal ini bisa terjadi dalam waktu singkat, terutama setelah oli di ganti.